Tampilkan postingan dengan label notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label notes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Pintu Neraka ke-7


Dari Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?"

Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu benar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya."

Lalu nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam." Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."
Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: yaitu yg lebih bawah lebih panas).

Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?" Jawab Jibril:
"Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun, namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nashara bernama Sa'eir."
Kemudian Jibril diam, segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?" Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat."

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?" Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."

Senin, 04 Juni 2012

Opini

Oke, ini saya cuplik dari salah satu portal berita Online. Bahwa menggelitik sekali Indonesia dianggap sebagai negara yang intoleran terhadap kerukunan beragama pada suatu sidang di PBB di Jenewa, Swiss. Kalian juga pasti sudah pernah denger beritanya kan?


It's so stupid. Konyol sekali kalau kita dikatakan sebagai bangsa yg tidak menghargai kebebasan beragama, justru saya pandang Indonesia adalah negara yang sangat mencintai keberagaman, tergambarkan itu dari semboyan kita yang "Bhineka Tunggal Ika". Termasuk dalam beragamapun terdapat keberagaman agama di Indonesia, bahkan Pancasila ayat pertama secara tidak langsung mewajibkan kita untuk "berTuhan", tanpa mempersoalkan apapun agamanya. Kita lebih baik dari Prancis yang melarang kerudung atau Swiss yang melarang menara masjid. 



Di rumah tetangga sebelah kiri saya orang Flores, tetangga depan rumah saya orang Manado. Beliau-beliau tentu saja non muslim. Tapi kami akur-akur saja tuh. Setiap Lebaran pun mereka ikut bersilaturahmi dari rumah ke rumah. Bagian mana yang Intoleran? Warna kulitpun tidak masalah di Indonesia, orang Papua (maaf) yang kulitnya gelap apa pernah terdengar mengeluh dilecehkan karena berkulit gelap? Berbanding terbalik dengan negara barat dimana mereka masih berjuang melawan rasisme.



Ada kasus GKI Yasmin? Ijin Gereja yang sulit? Masalahnya bukan melarang beribadah tapi ijin pendirian Gereja yang agak sulit didapat. Di Papua bikin masjid juga susah tuh, di Kupang bikin masjid juga susah. Apa heboh diberitakan seperti itu?


Ada kasus Ahmadiyah? Masalahnya adalah Ahmadiyah itu bukan Islam, tapi membawa-bawa stempel Islam. Apa bisa dikatakan muslim kalau tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir? Ahmadiyah jangan ngaku Islam kalau begitu, bikin saja agama baru maka umat Islam tidak akan merasa tersinggung.


Ada kasus Irshad Manji? Dengan melarang diskusi terbuka yang jelas-jelas substansinya sesat apa berarti kita bangsa kolot dan tertutup? Irshad Manji yang katanya tokoh "feminisme", yang ternyata adalah aktivis yang memperjuangkan hubungan sesama jenis (*koreksi saya kalo salah), salah kalo kita larang? Heran ya orang-orang lebih suka protes kalo katanya kita dianggap bangsa yang menuju ke arah liberalisme, sekuler atau apalah, tapi diam kalau ada isu yang jelas-jelas mengancam pancasila dan moral. Pun begitu dengan konser Lady Gaga kemarin, kenapa harus ribut kalau si Lady, Gaga'L' konser. Meskipun masalah Lady Gaga dikatakan merusak moral mungkin itu masih debateble. Tapi kegandrungan sebagian pemuda kita akan "icon" asing akhir-akhir ini memang sudah mengkhawatirkan, condong kearah meniru secara membabi buta prilaku dan pemikirannya, yang belum tentu sesuai dengan nilai di masyarakat kita.


The last, Pemerintah itu mau salah atau benar tetap akan disalahkan. Begitu kecendrungannya sekarang. Keran Demokrasi di buka sekencang-kencangnya mengakibatkan ruang kritik terbuka lebar, seperti yang sering dipertontonkan di acara-acara berita TV. Tapi tidak semua kritik & opini perlu didengar, pilah saja yang konstruktif sisanya anggap cuma bikin ribut saja.
Source : Inspirasinya dari sini Gan

Sabtu, 02 Juni 2012

Ulang Tahun

2 Juni itu spesial. Karena Mama, the greatest women in my life was born on this day.

Selamat Ulang tahun Mama, Mav pagi tadi baru ingat. Gg ada kado dari anakmu ini, tapi sepucuk surat yang tadi pagi sampai dirumah Epin yakin sudah bikin Mama cukup seneng.


With Love,

Your Son

Jumat, 01 Juni 2012

Cum Laude Pecundang

Iseng-iseng baca bukunya temen, terus nemu cuplikan pidato yang nyeleneh dari Lerry Ellison, CEO Oracle corp.
Pada suatu kesempatan Ia diundang untuk memberi pidato pembukaan wisuda kelas 2000 di Universitas Yale, namun sebelum selesai pidatonya dia diminta menghentikannya dan diseret turun.
Berikut cuplikannya semoga bermanfaat :

" Lulusan Yale University, saya minta maaf bila anda telah mengalami prolog seperti ini sebelumnya, namun saya ingin anda melakukan sesuatu untuk anda sendiri. Tolong, lihatlah sekeliling anda dengan baik, perhatikan mereka disebelah kanan dan kiri anda. Sekarang pikirkan ini : akan jadi apa mereka 5 tahun dari sekarang, 10 tahun dari sekarang, bahkan 30 tahun dari sekarang?

Kemungkinannya adalah orang disebelah kiri anda akan jadi pecundang. Orang disebelah kanan anda juga akan jadi pecundang. Dan anda ditengah? apa yang anda harapkan? pecundang! pecundang! cum laude pecundang!

Nyatanya ketika saya melihat kehadapan saya sekarang, saya tidak melihat seribu harapan untuk masa depan yang cerah. Saya tidak melihat pemimpin masa depan untuk seribu industri. Saya melihat seribu pecundang! 

Anda kesal? saya mengerti.

Bagaimanapun, bagaimana saya, Lawrence "Larry" Ellison seorang yang DO dari kampus, memiliki keberanian untuk mengucapkan omong kosong ini pada salah satu lulusan paling bergengsi bangsa ini. Akan saya katakan kembali sebabnya. Drop Out dan mulailah. 

Karena saya Lawrence "Larry" Ellison seorang terkaya di planet ini Drop Out dan anda tidak.

Karena Bill Gates, manusia terkaya di planet ini drop out dan anda tidak.
Karena Paul Allen orang terkaya di planet ini drop out dan anda tidak.
Karena Michael Dell adalah drop out dari kampus dan sekali lagi, anda tidak.
(Kalo versi sekarang ada Mark Zukreberg ya).

Hemm. anda sangat kesal? itu bisa dimengerti, jadi biarkan saya mengelus ego anda dengan menunjukan, dengan jujur, bahwa tentu gelar anda tidak diperoleh dengan percuma. Kebanyakan dari anda, saya percaya telah menghabiskan 4-5 tahun disini. Dan dalam banyak hal apa yang anda telah pelajari dan alami akan berguna bagi anda ditahun mendatang, anda telah membuat kebiasaan kerja yang baik. Anda telah membuat jaringan orang-orang yang akan membantu anda dimasa depan. Dan anda telah membuat apa yang akan menjadi hubungan seumur hidup dengan kata "tetapi". Semuanya itu tentunya baik karena anda akan membutuhkannya, anda akan butuh jaringan itu, anda akan butuh kebiasaan kerja yang kuat itu. Anda akan membutuhkan terapi.

Anda akan membutuhkan mereka karena anda tidak Drop Out, dan anda juga tidak akan pernah berada diantara orang terkaya didunia. Oh pasti, anda bisa mungkin mendaki jalan ke daftar No. 10 atau 11 seperti Steve Ballmer ( FYI, Pak Ballmer itu salah satu CEO Microsoft, 1980 DO dari Stanford, Beliau kaya gara-gara dapat opsi saham di perusahaan yang bukan miliknya atau keluarganya, semacam reward gitu kayag Pak Dahlan dapet sahamnya Jawa Pos). Tapi kemudian saya tidak perlu mengatakan kepada anda pada siapa dia bekerja bukan? Dan Ia Drop Out dari sekolah persiapan, agak ketinggalan berkembang. (Ups, konon Pak Dahlan itu juga Drop Out waktu kuliah dulu gara2 keasyikan jadi wartawan, ada kesamaan ya? hhe)

Akhirnya saya menyadari banyak dari anda, saya berharap anda bertanya-tanya "apakah ada yang bisa aku lakukan?", "apakah ada harapan untukku?". Tidak ada! anda sudah terlambat. Anda telah menyerap terlalu banyak, pikiran anda tahu terlalu banyak. Anda sudah tidak 19 tahun lagi. Anda memiliki topi yang terbentuk dan saya tidak merujuk kepada papan mortar dikepala anda.

Hemm.. anda sangat menyesal? itu bisa dimengerti. Jadi mungkin ini waktunya untuk membawa garis perak. Bukan untuk anda kelas 2000. Anda sudah dihapuskan, jadi akan saya biarkan anda mencari pekerjaan yang mengibakan, yang cek gaji anda ditandatangani oleh teman sekolah anda yang drop out 2 tahun lalu.

Sebaliknya, saya ingin memberi harapan bagi anda yang masih bersekolah disini sekarang. Saya katakan pada anda, saya tidak menekankan ini, Pergilah! Kemasi barang-barang tapi jangan idemu. Karena saya bisa mengatakan bahwa topi dan jubah (toga kali maksudnya ya) akan menurunkan anda seperti petugas keamanan ini menarik saya turun dari panggung.
--Pidato Terhenti--

Sangat provokatif bukan pidatonya Om Larry ini? Hehe.
bagi anda yang merasa terprovokasi, silahkan direnungkan bagaimana anda menyikapinya.

 Semoga bermanfaat.

#Dikutip dari Bukunya Valentino Dinsi.


Minggu, 20 Mei 2012

Samar



Seringkali cinta tidak diterjemahkan dalam ungkapan "I Love You". Melainkan ia lebih sering samar dalam wujud "Sudah Makan?",  "Semangat Ya", "Selamat Pagi", dll.

Minggu, 01 April 2012

Ambigu

Dialog ambigu yang saya denger tadi malam disebuah swalayan :

Pengunjung Toko : Mbak, Susunya sebelah Mana?
Pelayan Toko : Emm.. *Mikir Keras

Jumat, 30 Maret 2012

A 4000 Mile Walk To Freedom



Sebuah film yang diangkat dari buku berjudul "Long Walk- A True Story Of A Trek To Freedom". Bercerita tentang pelarian 7 orang narapidana dari camp 303 di selatan Yakutsk. Film berlatar tahun 1940-an ini mengisahkan pelarian dari camp kerja paksa yang kejam di era komunis Soviet. Dipimpin oleh pengungsi Polandia bernama Janusz perjalanan 4000 mile (6.500 km) ini dimulai dari Siberia yang dingin sampai ke daratan India dimasa penjajahan Inggris.

Sepanjang jalan mereka menghadapi pegunungan bersalju sampai padang pasir tandus Mongolia. Ditengah perjalanan muncullah Irene seorang gadis muda yang bergabung dengan mereka dan perlahan mampu mencairkan ketegangan. Bagi penonton, kelaparan, cuaca menantang dan bahkan rasa saling curiga diantara mereka akan menguras emosi.

Ending film ini sendiri ditutup dengan menyisakan Janusz dan 2 rekannya berhasil sampai di India. Sementara rekan-rekan yang lain memilih berpisah ditengah perjalanan seperti yang dilakukan Valka si pembunuh yang tidak bisa meninggalkan tanah kelahirannya atau Mr. Smith si Amerika yang ingin bergabung dengan tentara Amerika begitu sampai di Tibet. Sementara rekan yang lain tewas akibat ganasnya cuaca, termasuk tokoh Irene yang tewas di padang pasir Mongolia. Sayang tidak dijelaskan apa yang dilakukan Janusz dan rekannya selanjutnya setelah mencapai "freedom" sehingga endingnya terkesan agak menggantung.

Anyway, film ini sangat menarik untuk disimak. Kisah persahabatan yang terjalin karena merasa senasib  dibumbui rasa curiga selama 4000 mile yang mereka tempuh dijamin mengajarkan anda tentang apa itu persahabatan, pengorbanan, cinta dan kemerdekaan. Selamat menonton :)

Senin, 19 Maret 2012

BBM (Mau) Naik Loo...

BBM naik, demonstrasi dimana-mana. Pro kontra ada saja, yang mendukung bilang ini menyesuaikan dengan harga minyak dunia, demi menyelamatkan APBN kita yang bisa tekor kalo terus-terusan subsidi. Yang kontra bilang ini harusnya gg boleh naik, nyengsarakan rakyat! gg pro rakyat! dan bla bla bla...

Nyadar gg si energi kita habis untuk berdebat, televisi sibuk menghadirkan tayangan yang seolah "mengadu domba" antara yang pro dan yang kontra. Yang pesimis mungkin bilang "ahh, pemerintah gg becus kelola negara, sekali lagi menyengsarakan rakyat". Yang moderat bilang "teriak gg teriak gg bakal didenger, jadi nurut aja lah kita bisa apa emang?", yang optimis bilang "mungkin susah diawal tapi ini demi kehidupan bernegara yang lebih baik".

Kalo lihat penjelasan yang pro dan yang kontra, keduanya sama-sama ingin menyelamatkan negara kan? mulia juga kan niat mereka?
Kalo lihat penjelasan yang pro dan yang kontra, keduanya kelihatan sama kuat, sama-sama rasional, jadilah kalo debat gg habis-habis. Tapi buat apa habis energi buat debat? yang keseringan nonton jadi pesimis "ahh pasti hidup makin susah".

Jadi ini pandangan saya : Bangsa ini jangan sampai habis energinya untuk berdebat, yang kontra punya niat mulia, BBM naik rakyat susah! kenapa gg hemat aja anggaran birokrasi untuk penghematan? ini juga saran bagus. Yang Pro punya niat mulia juga, APBN bisa jebol kalo terus-terusan subsidi, lagian yang pake mobil, yang sepeda motornya 4 dirumah (harusnya golongan mampu ya yang gini ini) itu juga kena subsidi. padahal rakyat miskin "sejati" itu tinggal di desa-desa, ngontel ato jalan kaki gg pake minum BBM. Lebih baik uang subsidi untuk bangun infrastruktur dan bla bla bla bla...

Dua retorika ini baik kalo kita ambil jalan tengah, tapi fakta yang kita hadapi "kalo BBM naik terus, masa mau protes terus?" Padahal logika ekonominya kalo barang menipis sementara permintaan banyak, harga naik. Nah BBM kan pasti habis, entah sekarang, besok ato kapan-kapan.

Dan daripada energi habis untuk berdebat, alih saja ke energi terbarukan. Berat memang, tapi itu kalo gg ada will ato tekad kita. Cuma butuh tekad? Ia itu saja menurut saya. Apa sih kita yang gg punya, sumber energi terbaharukan melimpah, orang kita banyak yang ahli, dan terlebih kita punya Menteri BUMN yang sangat optimis seperti Pak Dahlan yang berjanji mendorong penggunaan energi alternatif. :)

Kita pernah melakukan langkah besar itu, dulu konversi minyak tanah ke LPG juga banyak yang menentang, tapi ternyata itu sukses besar. Sekarang mitan harganya jauh melebihi bensin, tapi Ibu rumah tangga bisa cuek sekarang, karena sudah pake Gas.
Contohlah kesuksesan ini, bahwa kita bisa !
          
Catatan, kita harusnya membangun optimisme, jangan menambah jumlah orang yang pesimis dengan nasib bangsanya. Tidak bisa selalu kita menentang dan menimbulkan sikap pesimis. Toh membangkitkan optimisme tidak selalu sama dengan pro pemerintah loo.
                             
well, so far anda bisa setuju dan tidak dengan pandangan saya atau bahkan punya pandangan baru. Silahkan memilih, mau berdebat panjang ato berpikir panjang.

Rabu, 14 Maret 2012

Aku Melihat Indonesia

Jika aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia

Jika aku melihat wajah anak-anak di desa
Dengan mata yang bersinar-sinar
(Berteriak) Merdeka! Merdeka!, Pak! Merdeka!

Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia!

(Soekarno-Aku Melihat Indonesia)

Senin, 27 Februari 2012

Quote

-Pengalaman Tidak Akan Membayar Anda Secara Cash, Melainkan Dia Akan Mencicilnya. Hingga Suatu Saat Ketika Sudah Cukup Terakumulasi Itulah Yang Kita Sebut "Sukses"-
kepiin

Minggu, 26 Februari 2012

Jumat, 17 Februari 2012

Selamat Ulang Tahun

Selamat ulang tahun untuk kamu si 19 februari, semoga diberi cukup kesehatan, kebahagiaan, dan rasa syukur diumur ke-21.

Minggu, 30 Oktober 2011

Feel so far

Bukannya kadang yang dilihat mata itu jauh, bisa saja dihati terasa dekat.
Bukannya kadang yang dilihat mata itu dekat, bisa saja dihati terasa jauh.

Senin, 12 September 2011

Ijin Copast

Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan
Keimanan hanya tinggal pemikiran, yang tidak berbekas dalam perbuatan
Banyak orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman

Ada lidah fasih tapi berhati lalai
Ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian
Ada yang ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis
Ada yang ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat & ada yang banyak menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat & ada yang hatinya tulus tapi wajahnya cemberut
Ada yang berlisan baik tapi tidak memberi teladan & ada pelacur yang tampil jadi figur
Ada orang punya ilmu tapi tidak paham & ada yang paham tapi tidak menjalankan
Ada yang pintar tapi membodohi & ada yang bodoh tapi tak tau diri
Ada orang beragama tapi tidak berakhlak & ada yang berakhlak tapi tidak bertuhan

Lalu diantara semua itu dimana aku berada? 
(Imam Ali Bin Abi Talib R.A)

Rabu, 24 Agustus 2011

Quote

"Selayaknya idealisme ditempatkan mengikuti toleransi, agar bukan malah egoisme yang tumbuh."

Kamis, 18 Agustus 2011

Korupsi

Ini di tv beritanya udah berapa bulan heboh Nazzarudin aja, yakin deh ujung2nya kasus si Nazzar ini bakalan mirip-mirip kayak kasusnya si Gayus. 

Well, terlalu pesimis mungkin tapi lihat aja tuh si Gayus ketangkap meskipun udah berkoar banyak tetep gg bisa ngungkap siapa Man behind the screen-nya. Mungkin si Nazzar pun akan begitu, tetep gg akan bisa ngungkap siapa pelaku utamanya.

Publik bosan, lama-lama kasus korupsi episodenya makin panjang aja kayak sinetron cinta fitri, lakonnya sama tapi tiap episode bisa beda karakternya. 

Lama-lama kasus korupsi lebay, beritanya heboh, yang komen sok ahli banyak, hasilnya nol. 
Lama-lama kasus korupsi yang nilainya gede-gede itu udah kedengaran biasa aja, saking udah jadi tontonan sehari-hari.

Korupsi itu extraordinary crime loo, jangan disepelein. Berapapun nilainya yang dikorupsi tetep merupakan kejahatan yang luarbiasa. Contohnya gini ni :
Misalkan ada korupsi 100juta, masuk tv mungkin kedengarannya kecil ya karena kita udah biasa denger kasus-kasus korupsi yang Miliaran atau bahkan Triliunan kayak kasus century ama bulog itu. 

Tapi dari duit segitu berapa banyak anak bangsa yang bisa bersekolah, berapa banyak orang sakit yang bisa ditanggung biaya berobatnya, berapa banyak fasilitas umum yang bisa dibangun. I mean, efek korupsi ini emang gg kerasa langsung di kita, tapi efek dominonya gede banget, mungkin kalau gg ada korupsi pendidikan kita bisa gratis, kesehatan kita bisa gratis, keliling dunia bisa gratis *looh.

Saya bukan pengamat politik kayak yang biasa tampil di tv itu, cuma anak bangsa yang geregetan sama acara tv yang selalu heboh sama pemberitaan korupsi..Well at least, saat ini yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda adalah membudayakan kejujuran mulai pada diri sendiri, simple tapi it's a big thing Bro. Karena generasi muda saat ini adalah pemimpin masadepann bangsa. :)

Rabu, 17 Agustus 2011

17 Agustus

Eksploitasi SDA

Korupsi

Pendidikan mahal
Kemiskinan





Potret 66 tahun kemerdekaan,
Dirgahayu Indonesiaku.

Merdekalah Negeriku, semerdeka-merdekanya!!




Bangunlah jiwanya bangunlah badannya, untuk Indonesia raya..

Kamis, 30 Juni 2011

Juli Wish




Julii, kamu nongol lagi :D

Kamu salah satu bulan yg spesial diantara 12 bulan lainnya.
Selalu antusias ketika kamu datang, tahun lalu Juli, kamu hadir membawa seabrek kesibukan. UAS ada dibulan Juli, proker-proker besar ada juga dibulan Juli, tapi juga Juli, liburan itu pas banget jatuhnya ketika kamu hadir. Jadi Juli, kamu tu sedikit rumit kalau diurai, bakalan ada "hore" ketika kamu datang, sedikit diisi juga dengan  "huuft, aku capek", atau biasanya diakhiri dengan "yaah, kok udah lewat".

Oya Juli, ada satu tanggal yang jadi momen penting di kamu, ditanggal itu aku mulai menghitung umurku.Yak, hari kelahiranku.Jadi di Juli tahun ini, mungkin akan kurang lebih sama seperti tahun lalu, ada "HORE" seperti saat ini, ada "HUUFT, AKU CAPEK"nya juga saking sibuknya aku kamu buat, ada tambahin sedikit mungkin kalau boleh "YAAP, TERKABUL" hhe. Kalau boleh seperti itu, karena Juli selalu membuat saya menafsirkan arti perjalanan saya selama ini. Oya tak lupa diakhir tetep bakal ada "YAAH KOK UDAH LEWAT".

Udah ya ngobrolnya Juli, ngalir aja kayak biasanya, naik turun penuh kejutan, buat saya surprise seperti sebelum2nya..

So, Welcome Juli. :D

Minggu, 26 Juni 2011

Jodoh

"Jodoh itu misteri Illahi, kalau mau dekat dengan jodohmu maka dekatlah dengan Tuhanmu"

Kamis, 02 Juni 2011

Lie

special : kevin, are u ok?
Me : ya, baik sejauh ini.
special : No way, you lie!
Me : really, looks like that?

Kadang kita berbohong, mencoba membohongi diri sendiri dari keadaan. kadang kita berbohong, coba mengatakan bahwa semua baik-baik saja. Tapi setiap kita berbohong pasti selalu ada yang bisa membacanya dari raut wajah kita, bahkan ketika kebohongan yang kita setting sendiri itu sudah merasuk dan memanipulasi otak. Dan di hidup saya yang bisa membacanya adalah kamu.

Kamu membacanya dengan mudah sekali, seolah dikeningku tertulis, "Tolong, saya berusaha memanipulasi keadaan, tapi sadarkan saya dan kembalikan ke dunia nyata ".

Jadi nanti kalau saya sudah mulai terlihat rapuh dan hati saya mulai menolak kenyataan, maka tarik saya kembali kedunia nyata, bangunkan lalu ingatkan saya untuk segera berpacu kembali.