Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2014

Tujuan

Kalo sekedar hidup, babi hutan juga hidup.
Kalo sekedar kerja, monyet juga kerja.


Sudah pernah sebelumnya pasti pepatah diatas kita dengarkan, tapi sudah pernahkah pepatah diatas kita renungkan?

Lalu apa yang bisa membuat kita berbeda dari si babi hutan dan monyet yang dijadikan contoh tersebut?

Kalau jawabannya pikiran, tentunya sebagai manusia kita diberi pikiran. Nah pikiran kita ini jelas lebih canggih daripada milik si monyet ataupun babi hutan lebih-lebih. Tapi sudahkah kita memanfaatkan pikiran lebih dari si monyet dan babi hutan tersebut?

Inilah perlunya membuat nilai tambah. Manusia yang berakal memanfaatkan akalnya untuk menciptakan keteraturan, membuat solusi atas permasalahan dan bertindak atas dasar kebenaran (entah berdasar nalar maupun agama).

Tapi yang namanya manusia bisa khilaf juga. Kalau ada yang melakukan perbuatan tercela dalam wujud manusia, berarti dia mengutamakan nafsu diatas pikiran, kalau sudah seperti itu masa iya itu masih manusia? Toh tiada beda dengan binatang yang bertindak atas dasar nafsu.

Maka itulah pentingnya menemukan tujuan dalam hidup ini, kalau "tujuan" terlalu sulit didefinisikan, maka sebut saja mencari "cita-cita", kalau cita-cita juga masih terlalu sulit, maka sebut saja mencari "ambisi", kalau ambisi masih tidak dapat dibayangkan, maka dari itu pikirin sendiri.

Tapi bikin cita-cita juga jangan yang gampang-gampang, bikin yang agak sulit tapi logis dan kalau bisa spesifik baik objek maupun time frame-nya. Misal : Tahun 2016 nanti melamar  Ibu Lurah.
Nah ini contoh cita-cita yang spesifik, tapi sayangnya ga logis. Kenapa ga logis? Masa iya Bu Lurah dilamar, ntar Pak Lurah gimana nasibnya?

Maka kalau itu yang terjadi dengan anda, segera koreksi sesuai syarat yang saya tuliskan diatas. Misal gantilah menjadi : Melamar anak Bu Lurah, si Melati yang masih gadis pada 2016 nanti.

Ini bagus. Sudah logis dan spesifik bahkan menyebut nama segala.
Yang kurang cuma ngaca aja, pantes ga? Huehehehe..

Bercanda Gan, intinya mulailah "memaksa" badan kita ini untuk bertindak diatas rata-rata, asalkan jelas ada tujuannya. Jangan mau sekedar hidup tapi tanpa tujuan.

Demikian yang bisa saya tulis hari ini, kalo ga berbobot ya maaf. Iseng aja Gan maklum.

18:30 wita Adzan Maghrib berkumandang di kantor, waktunya menghadap ke "tujuan akhir" dulu.
Semoga bermanfaat & terhibur.

Rabu, 11 Desember 2013

DESEMBER

DESEMBER..

Bulan terakhir sebelum menginjak tahun yang baru. Kalau di Januari kebiasaannya adalah membuat bermacem-macem "wish" ato target untuk tahun yang baru. Nah di Desember coba deh dilihat-lihat lagi wish nya sudah berapa yang diconteng tahun 2013 ini?

Hihii ato jangan-jangan malah lupa udah bikin wish apa aja Januari kemarin.

Aku sendiri juga lupa bikin wish apa aja pas Januari kemarin, kayaknya sih ga bikin. Cuma sekedar berdoa aja supaya dalam apapun yang dikerjakan selalu dalam lindungan-Nya, baik diri pribadi maupun keluarga.

Big thing during 2013 ini : Move to Balikpapan which is berarti lebih dekat sama keluarga, adik lulus sekolah dan masuk PTN sesuai keinginan dia, rejeki alhamdulillah ngalir ga putus-putus, belum juga punya pacar yang mana bikin kagok kalo Mama tanyain (ga penting).


Yasudah deh ya itu aja curhat bulan ini.

Semoga ga bikin kesel yang baca :p

Sabtu, 31 Agustus 2013

Membalut Luka Gaza

Kembali menemukan buku yang menggugah selera membaca. Judulnya “Membalut Luka Gaza”. Vitamin 165 halaman terbitan Salsabila ini berisi tentang pengalaman 9 orang dokter yang juga relawan BSMI dalam perjalanannya melakukan misi kemanusiaan ke Gaza.

Gaza, yang digambarkan sebagai Tanah Anbiya, tanahnya para Nabi telah lama porak poranda akibat blokade Zionis Israel. Mereka terisolir secara fisik dari dunia luar, Israel membatasi ruang gerak mereka lewat tembok tinggi sepanjang 723 KM dan pos-pos perbatasan yang ketat.

Mereka tidur, bekerja dan beraktifitas sehari-hari tidak lepas dari rasa was-was akan kemungkinan serangan rudal Israel yang kapan saja bisa merenggut nyawa mereka.

Hampir semua dari mereka pernah merasakan kehilangan sanak saudara akibat serangan Zionis, entah seorang anak yang kehilangan Ayahnya, Ibu kehilangan anaknya, maupun kehilangan saudara sedarahnya. Namun satu hal yang tidak bisa direnggut dari mereka adalah keyakinan mereka.

Ya, keyakinanlah yang membuat bangsa Palestina tegar menjalani pendudukan Zionis. Mereka justru meyakini bahwa mereka adalah orang-orang terpilih yang diamanati untuk menjaga masjid Al-Aqsa. Tidak sudi mereka menjual tanah leluhur mereka kepada para Zionis barang sepotong apalagi lari dari tugas mempertahankannya.

Mereka meyakini bahwa setiap yang berpulang dari mereka adalah syahid, bahkan sudah jadi cita-cita mereka syahid di tanah leluhurnya. Banyak seorang Ayah yang justru berkeinginan melihat anaknya syahid.

Luar biasa, tidak satupun dari mereka yang takut pada maut! Tidak laki-laki, perempuan bahkan anak kecil sekalipun.

Diluar dari kehidupan mereka yang tergambarkan sebagai negeri jajahan, nyatanya bangsa Palestina adalah bangsa yang mandiri dan bermartabat tinggi. Setiap kali Zionis menggempur, keesokan harinya adalah hari untuk bersih-bersih dari puing-puing sisa serangan, dan hari setelahnya semua aktifitas kembali normal. Tidak ada waktu untuk larut dalam kesedihan, tidak ada waktu untuk berkabung.

1.     Tidak satupun negara berdaulat didunia ini yang berada dibawah penjajahan fisik kecuali Palestina.
2.     Sekitar 8184 orang Palestina terbunuh oleh Israel sejak 1987.
3.     Pada 1917, populasi wilayah Palestina adalah 90% arab, 11% Kristen, 4% Yahudi. Arab Palestina memiliki 97.5% tanah, sementara 2.5% oleh Yahudi di Palestina. Tahun 2006 populasinya menjadi 77% Yahudi, 18.5% Arab Palestina dan lainnya 4.3%.
4.     51% penduduk Palestina adalah anak-anak dibawah 15 tahun. 45.2% kematian anak-anak Palestina diakibatkan rudal Israel.
5.     63% penduduk Gaza adalah pengungsi.
6.     Ada 5.5 juta pengungsi didunia, 4.618.1 anak-anak dibawah 15 tahun. 45.2% kematian anak-anak Palestina diakibatkan rudal Israel.
7.     Israel membangun tembok sepanjan 723 KM antara Tepi Barat dan Israel.
8.     Palestina adalah negara yang paling sering mendapat sanksi dari PBB.


Bagi anda yang merasa bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa, maka sudah seharusnya terketuk hatinya membaca buku ini. Selamat menyelami kata !

Senin, 29 April 2013

Niat Buang Supir Taxi ke Pulau Komodo

Halo, ini baru sampai Hotel di Singapura loo.


Setelah 14 jam 55 menit Houston - Dubai
8 jam transit
7 jam 20 menit Dubai - Singapura



Capek? iya. Jet lag? Gg terlalu.

Tapi yang bikin kesel tadi obrolan sama supir taxi, bikin gg nahan untuk langsung nulis.

Jadi ceritanya selama perjalanan dari airport ke hotel si supir taxi nanya, "are you from Indonesia?"

Dengan gantengnya saya jawab "Iyess sir".


Setelah beberapa basa-basi nanya nama jalan dan bla bla bla. Dia cerita soal a lot of Indonesian take medication treatment in Singapura. Ya gapapa si cerita sampai disitu, tapi cuplikan obrolan berikut cukup menjengkelkan saya. Bukan jengkel sama supir taxi-nya si, cuma jengkel bagaimana negara kita dicitrakan. Berikut cuplikannya ;

A : Are u Indonesian?
B : Yes sir I am.
A : Have been traveling in Sgn before?
B : Emm, ya it was a month ago.
A : A lot of indonesian  taking medication treatment in Sgn ya, even it just for Medical Check Up, they can spend 500 SGD here, not include w/ hotel bla bla bla.
B : Yes, I heard so but I don't know why.
A : Maybe because it's not so good the hospital in ur country.
B : Really? Emm I don't think so, maybe they just not confidence with the Doctor or for travelling also.
A : Nooo, i had a passanger before, a woman from ur country. She was feeling sick but ur doctor said nothing inside (gg ada sakit apa2 maksudnya). then she came to Sgn and doctor here said she was not in good condition and need some surgery. After that she get better and she said that doctor here is better. And i heard that it's not pretty quick the medical check up result in ur country ya. Here we just need approximate 3 days to see the result.
A : *mulai jengkel dan timbul niat ngebuang ni supir taxi ke pulau Komodo* Oy, so it's full of Indonesian ya ur hospital?
B : Not really, ya maybe ur people is number one but alot of people from Taiwan and Malasya also.
A : *Udah mulai spechless karena emang banyak Indonesian yg ke Sgn berobat, alihkan topik*

Dan akhirnya nyampai ke hotel beberapa saat kemudian, setelah bayar ongkos taxi kira-kira 18 SGN langsung check in ke hotel.

Begitu mas mbak kira-kira yang membuat tangan saya gatel pengen langsung nulis begitu sampai di kamar. Mungkin memang dokter Sgn lebih bagus atau mungkin cuma masalah mindset yang nganggap dokter kita kurang bagus. Tapi dulu sempat MedCheck di RS *lupa nama* Bintaro, Jakarta, 3 hari keluar kok hasilnya. 


I don't know exactly karena saya gg pernah berobat di Sgn jadi gg objektif kalo kasi penilaian, mas mbak yang lebih pengalaman atau punya info bisa kasih pencerahan-nya monggo?


Ya memang denger si sebelumnya banyak orang kita yang berobatnya ke Sgn, mungkin karena kalau berobat di Indonesia keluar rumah sakit kena polusi Jakarta sama macetnya bs jd nambah penyakit kali ya. Hehe, just joke. Anyway, this is my true story.

Jumat, 26 April 2013

DT&R FS Level I School


Sekolah itu belajar, sekolah itu berinteraksi, sekolah itu saling memahami, sekolah itu bermain, sekolah itu mencerdaskan, sekolah itu bergembira, sekolah itu bertukar pengalaman.

Yap, sekolah itu seperti yang saya tulis diatas. Siapa yang gg gembira pergi sekolah? Ketemu teman-teman, bermain, berinteraksi, bonusnya jadi cerdas pula atau kalo beruntung dapet pacar. wkwk
*sayangnya ane golongan apes buat yg terakhir* :p

Kalau ada siswa/mahasiswa yang bilang "bosan disekolah/kampus", dia pasti belum ngerasain gg ada tempat yang lebih menyenangkan untuk ketemu tiap hari sama teman-teman dibanding sekolah/kampus, gg ada tempat yang lebih mudah untuk mendapatkan banyak sahabat dan bersosialisasi seperti sekolah/kampus, gg ada tempat dimana kamu bisa bebas berekspresi tanpa merasa terkekang seperti di sekolah/kampus (cz kalau sudah kerja kan otomatis ngikutin aturan employer nya, dan apa yg kamu kerjakan ditentukan oleh orang lain).


Dan sekolah itu membuat kita belajar mengenal, memahami, bertoleransi, kemudian menentukan cara terbaik untuk berinteraksi. 


Sebagian bilang juga sekolah itu adalah hidup kita sendiri. :)

Setelah ngabisin berabad-abad (alay) buat namatin sekolah mulai TK-SD-SMP-SMA-Kuliah. Akhirnya saya bisa sekolah lagi, bahkan dengan kondisi yang gg pernah saya bayangkan sebelumnya. Sekolah dengan murid dan pengajar dari berbagai belahan dunia ! 
Can you imagine that?

Kayak judul diatas, sebenarnya ini bukan pendidikan formal si, semacam training buat newbie ditempat kerja. Tapi course-nya pakai embel-embel "School". Karena memang semuanya mirip banget dengan sekolah sebenarnya. Tempat belajarnya disebut kampus (Sugarland kampus), punya pengajar khusus (instruktur), ada ujian, ada PR, ada kurikulum, ada DO nya juga (2 "strikes" = release). 
At Sugarland campus


Spesialnya karena sekarang sekolahnya kudu nyebrang benua, ke USA, negara bagian Texas. Spesialnya lagi muridnya di kelas 12 siswa representatif dari 9 negara berbeda (Rusia, Belanda, Indonesia, Gabon, Tanzania, India, Kongo, Kamerun, Ekuador), dengan latar belakang experience berbeda, dengan rentang usia yang menarik (21-40an tahun), dan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda pula.

Gimana? Keren kan? 

Classmates
Yang paling menarik bagaimana saya berupaya mengenal & berinteraksi di lingkungan yang super majemuk ini. Hasilnya didapati kelas masih terkotak-kotak. Yang dari benua Afrika kumpulnya sama yang dari sesama Afrika juga (umumnya bahasa di Afrika mereka pakai bahasa Prancis karena dulu merupakan koloni Prancis), gitupun yang dari Ekuador dan Indonesia termasuk saya juga si. Mungkin karena lebih enak aja ya ngomong dengan bahasa Ibu sendiri, dan yang gg punya tandem dari negaranya a.k.a berangkat sendirian mereka juga kompak sebagai sesama gg punya tandem (Yg dari Rusia, Belanda, India).

Gg jarang beberapa siswa menunjukan egoismenya selama course, contoh ; kadang ada menunjukan ekspresi semacam "ngece" kalau ada teman-teman yang ngajukan pertanyaan dikelas, mungkin merasa udah ngerasa experience dibanding teman penanya tadi yg bener-bener baru masuk di Oil & Gas Industry. Atau kalau ada yang terlambat bakalan diomelin, karena bus nya dari Hotel ke Kampus bareng-bareng (termasuk ane si suka ngomel kalau ada yang telat). Yang paling keterlaluan waktu ada yang bersikap bossy di doghouse rig, sampai teriak-teriak dan misuh (misuh pake fuck dkk tentunya ya bukan jancukers suroboyoan, haha) ke sesama teman, padahal di ingatin aja cukup kali ya kan namanya juga lupa, waktu itu pas giliran grup 2 posisi kudu diluar karena doghouse-nya driller cuma ruangan kecil. 
Bus "sekolah", jemputan pulang pergi


Tapi so far semua baik kok, saling terbuka soal informasi atau pengetahuan, diajak ngobrol asik-asik aja, dan layaknya cowok lah ya gg rempong kalau ada masalah, masalah kemarin ya kemarin aja. saya sendiri akrabnya sama teman dari Ekuador, si Hugo dan Guilermo.

Yang kedua soal course-nya itu sendiri, bayangin deh jauh-jauh ke US dengan biaya course yang mahal (course-nya aja bukan tiket PP, denger2 sampai sekian puluh ribu dollar) mereka tetep gg sungkan-sungkan DO kalau ada yang fail di ujian, dan DO itu berarti pas pulang ke negara asal bakalan di release kantor juga. Hell ya. 

Pas pertama datang dulu temen sesama anak Indonesia, tp beda kelas, "menyambut" dengan kata- mutiara semacam "awas lo temen gw udah 2 di-release karena fail ujian", "gw kurang tidur ni gara2 banyak banget yang dipelajari". Neror banget deh ya. Haha

Instruktur utama kita super banget orangnya, beliau, Mr. Trygve Berthelsen merupakan Fisherman senior yang selalu sabar jelasin step by step materi selama course, helpful banget, dan experience-nya yang udah gg usah diragukan lagi. Banyak temen bilang juga kita beruntung karena selain beliau baik banget juga bahasa Inggrisnya jelas didenger buat telinga-telinga rada bebal kayak gini, Haha.

Beda sama Instruktur lain kayag John Crabb yang American, ngomongnya cepet banget, agak susah kalau jelasin masalah teknikal gitu, karena kita perlu sambil mikir tp dia-nya gg pakai koma jelasinnya, maen cas cus cas cus aja. Oya kita punya 3 Instruktur satu lagi orang Venezuela tapi lupa namanya. Hehe

with Trygve Berthelsen

with classmate and John Crabb ketiga dari kanan

Selama course kita banyak keliling Texas, mulai dari Houston yang big huge city, sampai ke Cameron yang "levelnya" town dengan penduduk cuma sekitar 5000 orang. Keliling Houston juga si mulai dari downtown-nya sampai daerah industri kayak Rankin, Sugarland, atau kota kayak Katy.

Rankin road

Dan finally, setelah 4 minggu terdiri dari 1 minggu workshop job, 3 minggu Rig job, 6 Tests, 4 kali pindah hotel, 3 minggu breakfast sama scramble egg, 2 minggu gg mandi sore karena dingin, akhirnya kami sekelas dinyatakan lulus dalam perayaan graduation kecil-kecilan di Rankin. 
graduation certificate
Dan dihari terakhir juga dapat kesempatan ketemu dan diskusi dengan Dean Watson, President of Schlumberger Drilling group.

Sekali lagi di lingkungan super majemuk gini gg lupa promosiin Indonesia dong, salah satu caranya dengan pakai Batik dan tentunya kasih performa terbaik dikelas.

with Mark Lee, Training Manager, Batik is Indonesia


Well, this is not gonna be the last class karena bakalan ada next level school yang harus diikuti lagi segera. And I hope i'm ready soonest for that moment :)

Kamis, 25 April 2013

Untuk Ayah dan Ibu

Apa yang bisa seorang anak berikan untuk kedua orang tua yang sudah membesarkannya semenjak kecil hingga dewasa?


Apa bentuk bakti yang seorang Ayah dan Ibu harapkan dari anak-anak mereka?



2 pertanyaan ini seringkali bukan sesuatu yang kita pikirkan ketika berhadapan dengan orang tua. Dengan kata lain kita sering kali mengabaikan keberadaan orang tua dihidup kita secara gg sadar. Seiring bertambahnya usia kita makin banyak kesibukan yang kita punya. Sebaliknya seiring bertambahnya usia orangtua kita justru semakin sedikit kesibukan yang mereka punya.

Justru disaat orangtua memasuki masa-masa pensiun mereka dan punya lebih banyak waktu dirumah, anak-anaknya beranjak dewasa dan semakin jarang bisa ditemui dirumah. Ironis ya? karena kalau dari beberapa refrensi yang aku baca siklus manusia itu akan kembali seperti saat mereka kanak-kanak, butuh diperhatikan dan dirawat.

Itulah jawaban dari pertanyaan pertama tadi, waktu.
Sesuatu yg gg bisa dibeli oleh uang berapapun. 

Yang terbaik yang bisa kita berikan sebagai anak saat orang tua beranjak senja bukannya uang, rumah, atau apapun yg berbentuk materi. Tapi justru yang paling berharga yang bisa kita berikan adalah waktu yang kita sempatkan untuk bersama mereka sesering mungkin, dan juga perhatian untuk merawat mereka. Sehingga disaat masa tuanya mereka bisa merasa dikasihi dan dirawat oleh anak-anak yang mereka besarkan dengan penuh kasih pula.

Untuk pertanyaan nomor dua, seringkali kita gg sadar betapa bahagianya Ayah Ibu melihat detai-detail kecil sepanjang kita tumbuh dewasa. Semacam kalau dulu jaman kita sekolahan dan ada acara pawai disekolah atau mau ikut suatu perlombaan, Ibuk atau Ayah bersedia repot-repot mempersiapkan detail-detail kecil kayag kostum, bekal, dll. 


Ingat pas jaman SMP, setiap dirgahayu Kota Bontang, selalu ada karnaval yang pesertanya keliling kota pake kostum-kostum tertentu, dan sekolah-sekolah biasanya maksa siswanya buat berjemur siang bolong berkedok ikutan karnaval dirgahayu Kota. Dan tau gg, Ibuk biasanya selalu nyempetin untuk nengok anaknya sekedar lewat disiang terik, yap! sekedar liat anaknya yang jelas-jelas udah tiap hari ketemu dirumah untuk lewat pake kostum aneh, berdesak-desakan diantara peserta pawai lain.


Dulu waktu kita kecil mungkin kita nganggap itu cuma bagian dari kewajiban orangtua. Tapi sekarang waktu beranjak dewasa kita pasti ngerti bahwa ada kebanggan orangtua dibalik itu, mereka bangga lihat kita "tampil" dihadapan anak lainnya. Mungkin juga dibelakang kita Ibu seringkali pamer soal anak dihadapan Ibuk-ibuk lainnya waktu lagi ngerumpi. Belum lagi kalau anaknya berprestasi, makin bangga lah si Ibuk dan makin hot topik untuk dipamerin waktu ngerumpi sama Ibuk-ibuk lainnya.


Jadi jawaban pertanyaan nomor dua gg sulit, kita gg perlu ngasih bunga, atau bilang I Love U tiap hari yang kenyataannya lebih sering kita ucapin ke pacar daripada orangtua. Gg perlu hal kayag gitu, cukup jadi diri sendiri dan lakukan yang terbaik untuk apapun yang sedang kamu lakukan, sehingga mereka punya kebanggan telah membesarkan anak seperti kamu.

Contohnya kayag hari ini, si adek jadi the best student di sekolahnya, dapat jalur undangan untuk masuk PTN mana aja yg dia mau. Itu pasti suatu kebanggaan buat orangtua ( FYI, not just mom and dad i'm proud of you too), sekali lagi karena mereka merasa bangga punya anak yg bisa dibanggakan atau dipamerin waktu lagi ngerumpi sama Ibuk-ibuk lain, atau karena mereka punya antusiasme waktu ada yang nanyakan "Gimana kabar anaknya?", topik obrolan biasa dikalangan orangtua. Normal kan manusia kadang punya hasrat buat pamer? :)

Tapi anyway, percayalah orangtua selalu sayang bagaimanapun apa adanya kamu.


Jadi untuk Mama Papa hari ini, si adek ngasi kado ini dari sekolah

Dan hampir diwaktu bersamaan, ini oleh-oleh dari Houston tanda kelulusan, jg gg mau kalah sama si Anak Mok (read : adek)

Sabtu, 20 April 2013

Skype

Haloo, long time gg nge-Blog ni yee.
Kesibukan kantor bener-bener ngebunuh niat gw buat nulis, hell ya...

Oke gw mau cerita soal mainan baru gw ni. Namanya Skype. 
Awal jumpa a.k.a bikin akun si, karena tugas kantor yg mengharuskan gw bertreveling jauh ke negerinya Uncle Sam. Supaya keep in touch sama orang rumah sih.

Dan ternyata asyik jg ya Skype-an.
Btw, buat kamu yg udah lebih dulu melek Skype sebut gw katrok ggpp. Haha

Gg kayag media sosial semacam twitter atau facebook yang lebih ngedepanin komunikasi via text. Di Skype kamu basisnya komunikasi via voice dan video. Kalau jaringan kamu bagus bisa lancarrrrrr jaya, suara dan videonya bs bagus banget ngalahin pakai telpon seluler.

Dan the best thing is, it's all for free.
Yap, semudah sign up atau bikin akun, add pengguna Skype lain. Abis itu nikmatin deh komunikasi yg hidup banget, lebih dari "sekedar" baca status terus comment, replay comment dan seterusnya. Tapi feature semacam bikin status gitu kalau di FB tetep ada kok, kalau di FB "What's on your mind?", di Skype "Enter a Mood Massage". Dan tetep bisa chating ataupun ngirim file via chat kok, instant massage namanya.

Kalau lagi online tp gg pengen diganggu sama call ataupun chat, kamu bisa tampilin akun kamu dengan keterangan Don't disturb, Away, ataupun Invisible, disini kamu gg bakal denger kalau ada notification yg masuk. Terus tinggal appear sebagai Available lagi kalau sudah siap ber-Skype ria kembali.

So far helpful banget si ini, secara nelpon ke Indonesia jelasnya bakalan mahal jatuhnya, pakai Skype udah puas aja tu gg takut tagihan seluler bengkak. Secara disini wifi banyak tersedia dengan kecepatan yang wuzzzzz banget, di Indonesia pun modem nya beberapa provider juga joss gandos kok buat Skype.


Gimana?, asyik kan? cocok banget buat kamu yang LDR, ataupun lagi jauh dari tanah air kayag gw ini. Tertarik bikin akun?
Jangan lupa find me on skype @kepiinpradana. Hoho
*berujung promosi akun*


 Supaya tambah tergode ni dibawah link Skype cuss langsung buruan :)

Jumat, 08 Maret 2013

USA Visa

Beberapa hari yang lalu ada temen kantor yang baru join minta bantuan untuk apply visa USA, kebetulan karena aku sudah punya jadi sedikit bisa membantu. Aku sempat ceritakan proses bikin visa mulai dari A-Z. Tapi berhubung waktu itu gg sempat cerita lama karena aku sendiri juga mau berangkat nge-job akhirnya cuma tukeran nomer HP aja biar bisa tanya-tanya. 

Tapi kayagnya dia kesulitan sampai kudu bolak-balik nelpon dan sms. Terinspirasi dari situ akhirnya aku kepikiran buat share suka duka *lebay* bikin visa ke kalian. Oya harusnya ceritanya mulai dari paspor dulu ya, tapi aku agak lupa urutannya bikin paspor karena itu long time ago pas jaman mahasiswa galau tugas akhir dulu, jadi ceritanya briefly aja ya. Oya ini bukan panduan loo karena gg detail dan cuma "seingat" aku, cuma share pengalaman aja khususnya yang visa karena tujuan negara beda proses juga beda mungkin ya, dan walaupun negaranya sama tapi kalau tujuan kedatangan berbeda juga syaratnya juga bakal beda, so scoop aku cerita khusus visa USA tujuan bisnis (B1/B2) aja ya ntar.

Untuk paspor bikinnya gg susah2 banget. Jangan bayangin bikin paspor bakalan ribet, dipersulit dan banyak calo kayag ngurus tilang *ups*. Sepengalaman aku waktu ngurus di kota Malang gg susah kok, tapi tu Malang lo ya gg tau deh kota lain. Syarat yang harus dibawa antara lain dokumen asli dan copy Akta kelahiran, Kartu keluarga, KTP dan buku nikah. 

*Tenaaang tu buku nikah buat yg udah nikah, lagian kalo kamu jomblo gg bakal dimintain surat keterangan jomblo jg kok :p *

Selanjutnya datanglah ke kantor imigrasi dengan muka melas biar petugasnya kasian sama kamu *recomended*, tp jangan terlalu melas juga ntar dikira imigran gelap :p , datang ke loket pembuatan paspor baru disana bakal dikasi form untuk permohonan, beli map kuning *kalau g salah* dikoperasi deket  kantor situ terus kumpulin. Permohonan kamu bakal diproses dan dikasih nomer antrian bertuliskan semacam  "kembali lagi tanggal sekian". Nah selanjutnya kalian harus bener-bener balik, jangan sampai gg balik yaa :p . 

Datanglah pada hari yang dijanjikan, ambil nomer antrian, lirik kanan-kiri sapa tau ada yg cantik sambil nunggu dipanggil, setelah dipanggil kamu bakal di poto kemudian di wawancarai. Tapi sebelumnya bayar dulu ongkosnya yaa di loket pembayaran.

Setelah itu ya tinggal ambil paspornya selang beberapa hari, oya kalian harus benar-benar pikirkan tujuan pembuatan paspor karena itu point penting wawancara. Ongkosnya sekitar Rp. 300.000,00 *tanpa calo* kalau gg salah pada saat itu ya (Juli 2012).

Mengenai visa USA, kamu bisa masuk ke link INI untuk apply DS160, pilih kota dimana kamu ingin melakukan wawancara, either surabaya atau jakarta, waktu itu aku bikin di jakarta, alamatnya ambassy di Jl. Medan Merdeka Selatan dekat tugu kereta kuda itu. Jangan lupa catet application ID kalian karena suatu saat kalian mungkin butuh retrieve app kalian. Kemudian isi semua hal disana mulai dari complete-photo-review-sign. Yang most important maybe jadwal kedatangan dan pulang, biaya hidup disana, tujuan kesana, dan tempat yang dituju harus jelas yaa. Setelah complete DS160 kalian bakal dapat email notif berisi form app kalian yg sudah diapprove/sign pihak ambassy, print dengan kualitas gambar yang bagus *karena ada barcode disana* kemudian datang ke ambassy dan bikin schedule wawancara. Gimana persisnya itu aku juga gg ngerti karena pembayaran (Rp 1.600.00,00) dan schedule diuruskan Carlson Wagonlit Travel, agen travel langganan perusahaan.

Setelah dapat schedule wawancara atau appoinment letter, print DS160, poto terbaru 5x5 background putih, paspor, sponsor letter akan sangat membantu tapi kudu yang perusahaan yang sudah di-list ambassy nya karena selain dari yang diapprove dan terdaftar di sistem mereka akan kurang kuat. Masalah kalo kamu berkerudung karena harus menunjukan telinga, gg harus lepas kerudung, tapi poto menunjukan telinga, secara telinga bagian aurat juga so think it ya buat yg berkerudung. 

And datanglah ON TIME kesana karena mereka cuma ngelayani peserta wawancara masuk ambassy sampai jam 10 pagi. So pastikan kamu  gg telat, kepagian gg masalah. Pengalaman pahit, aku 3 kali datang interview sampai akhirnya ketiga baru diterima, yang pertama ditolak karena kualitas printer yang jelek *gg print warna* sehingga barcode gg kebaca, kemudian dikasih lembar biru bertuliskan reshedule tanggal sekian jam sekian. Yang kedua datang lagi dan ternyata mereka gg nemu application aku di sistem meskipun jelas2 aku bawa DS160 yg udah di sign. Menurut aku ini karena setelah kegagalan yang pertama mereka close app aku tp gg konfirm kalau aku harus buat baru, waktu itu cuma nge-print ulang app yang lama aja. So note it : "it's important to make sure your barcode is readeble!"

Oya, sebelum masuk Ambassy kamu bakal ngerasain penjagaan yang ketat tapi tetep friendly as long as kamu cooperative. Mereka gg ijinin HP, Tas, Elektronik, atau apapun yang gg ada hubungannya sama wawancara visa masuk kedubes, harus dititipkan di loker, just your form/documents and a pen maybe. Oya loket yang bakalan kalian lalui ada 3 : loket penjagaan, mulai dari pintu "gerbang" kedubes sampai tempat pemeriksaan barang --> loket pemeriksaan dokumen, disini mereka memeriksa dokumen kalian, kalo gg complete ya bakal disuruh lengkapin dan dikasih "receipt" bertuliskan jadwal harus kembali, disinilah aku gugur 2 kali T.T ---> Next ya wawancara itu sendiri, disini kalian akan dibagi jadi kelompok berisi 10 orang kurang lebih dan masuk per kolompok. Setelah diminta sidik jari kamu bakalan dinterview sama orang Amerika, 5 orang kalau gg salah *berarti 5 loket wawancara, bukan wawancaranya lo yang 5 kali*. Gg bisa bahasa Amerika? Don't worry karena meskipun mereka orang Amerika mereka pakainya bahasa Inggris :p , Gg bs bahasa Inggris? Jangan cemas mereka fasih bahasa Indonesia. Gag bisa bahasa Indonesia? Jangan-jangan kamu bisu --"

Point pertanyaannya ya gg jauh-jauh dari "mau apa kesana? ngapain? berapa lama?" sampai mereka dapat jawaban yang jelas, jangan jawab bertele-tele. Ada sponsor letter akan sangat membantu ditahap ini karena kalau perusahaan anda masuk sistem mereka itu semacam "garansi" anda lolos wawancara, juga visa akan berlaku lebih lama, tanpa sponsor letter cuma setahun tapi yang punya aku berlaku 5 tahun (2013-2018). Setelah dianggap lolos wawancara anda akan langsung diberitahu kalau mereka menerima anda sebagai tamu di negaranya ataukah harus mengulang lagi.

Nah kalau lolos kamu akan dipersilahkan mengambil pasport yang sudah ada visa nya di drop box mereka di daerah Casablanca-RPX. Waktu itu aku yang ngambilin agen dari kantor. Visa akan ditempel disalah satu page paspor kamu. Itu tadi cerita singkat *apanya panjang gini--" * dari aku seputar USA visa dan paspor.

Bagi kamu yang mau jalan keluar negeri sedikit tips dari aku : "Anda adalah duta bangsa, tidak peduli seberapa tidak puas kamu terhadap negeri ini, jangan pernah ceritakan kejelekannya!! Bawa sedikit kenang2an khas Indonesia untuk yang anda jumpai disana, ceritakan kalau negeri kita adalah negeri makmur dengan orang-orang toleran yang ramah. Toh anda tidak berbohong, karena bumi pertiwi kita memang kaya dan anda memang ramah lagi toleran"  :D



NB : Jangan bilang NoPict = HOAX yaa, masa aku kudu upload poto visa ku dalam keadaan yang tidak ganteng maksimal :p

Kamis, 07 Februari 2013

Move On

11.40 AM bandara Soekarno Hatta.

Rasanya baru kemarin ngerasain pisah sama temen-temen kampus, sama kota Malang, sama udara dinginnya, sama suasana hangat kekeluargaan kerabat-kerabat disana.

Eh Sekarang, 08 February 2013, udah harus rasain lagi yang namanya pisah. Haha

Gag nyangka loo cukup ngerasa kehilangan juga waktu pergi dari Jakarta, padahal waktu pertama datang dulu ngerasain it's not a nice city. Kebayangnya maceeet, banjiiir, orang-orang yang apatis. Ahh dan berbagai hal gg menyenangkan lainnya deh. Tapi ternyata dari 3 hal yang baru disebutin tadi, aku ngerasain semuanya kecuali "orang-orang yang apatis'', aneh yaa.

Yap orang-orang office Alhamdulillah ternyata welcome banget dan gg se-horor pertama dibayangkan dulu. Orang-orang di workshop juga asik-asik aja kok so far, apalagi setelah ada si trio kwek-kwek. Kevin-Angga-Tias 3 anak new hire ber-helm hijau yang kemana-mana dan ngerjain apa aja selalu bertiga. Haha, yaa meskipun akhir-akhir ini jadi rada jarang kumpul karena udah dapet job sendiri-sendiri.

Oya si adek ama si kakak, alias dua ponakan imut yang kalau pagi bikin gg bs bangun siang, kalau weekend pas lagi dirumah mbak Desi, di Bogor, juga pasti bakalan bikin kangen berat. Mereka ini kayag obat capek, nakalnya-manjanya-semua-muanya tingkah mereka pasti ngusirin ngantuk bin capek. 

Tapi it's life ya. Ketemu-Pisah-Ketemu-Pisah. Itu cuma fase yang harus dilewati, begitupun kali ini, cuma kayag yang lalu-lalu. Alhamdulillah selalu bisa belajar dewasa dari setiap orang yang aku jumpai.

And about my next life di Balikpapan? I really hope it'll be another nice story. Semoga bisa cepetan adaptasi kayag yang sudah-sudah, cepetan nge-job, cepetan breakout. Amiiin

Sabtu, 15 Desember 2012

During My Work

Kurang lebih tiga bulan sudah kerja disini, so far enjoy si. Orang-orang disini Alhamdulillah friendly, helpful and open minded banget. Lingkungannya juga asyik karena interaksi gg cuma dengan sesama orang Indonesia, tapi juga beberapa karyawan dari berbagai negara.

Oya, Alhamdulillah lagi kemarin Papa main ke Jakarta. Eh, bukan main sih sebenarnya, tapi ada urusan kantor, Alhamdulillah disempatin ketemu disela-sela kegiatan Papa dan saya. Lumayanlah bisa sedikit mengobati rasa kangen sama rumah. Kalo ketemu Mama terakhir akhir September lalu waktu wisudaan, jadi nih yang paling lama belum ketemu tinggal sama si Adek aja, terakhir ketemu waktu Lebaran lalu. Yuuuh kangen rumah  ni jadinya, kangen Malang juga sih. Hehe

Dulu mah waktu masih mahasiswa jadwal pulangnya musti tiap libur semester, kalo sekarang sdh kerja gini kudu nunggu cuti dulu. Jadi gg sebebas dulu. Semoga awal tahun depan bisa pulang ke Malang dan ke rumah juga deh ya. Amin

Di kantor kedatangan dua lagi anak baru loo, jadi sekarang yang statusnya trainee ada tiga dikantor termasuk saya. Ketambahan dua anak baru itu lagi bikin suasana jadi rame, gg kayag 2 bulan awal waktu cuma saya yang statusnya trainee. Lucunya karena kita bertiga dan selalu ngekor kemana-mana, mulai dari kerja bareng di workshop, makan siang sampai pulang juga barengan kita dipanggilin Trio Kwek-Kwek sama penghuni workshop. -____-

Gg asyik si sebenarnya dipanggilin gitu tapi yasudah ggpp lah buat lucu-lucuan aja. Lastly, sebagai penutup ni ada poto waktu SMITH Services family outing ke Bandung beberapa waktu lalu.
SMITH Services, DT&R Family

Jumat, 12 Oktober 2012

A New Journey

"Hidup itu sekedar persinggahan" kata sebagian orang. Yap, saya ngerasain itu, 2 bulan ini semuanya berubah drastis rasanya. Dari anak kuliahan yg sedang super sibuk buat prepare ujian sidang akhir per Agustus lalu, tiba-tiba lompat jadi seorang karyawan disebuah perusahaan Oil Service asing per 17 September lalu, baru seminggu kemudian tepatnya tanggal 29 September resmi jadi wisudawan.

Ada banyak hal jelasnya yang berubah : lingkungan, budaya sampai pergaulan. Dulunya yang jadi mahasiswa rasanya masih bebas-bebas aja buat main, nongkrong, begadangan, bolos kuliah #ups. Sekarang udah jadi karyawan yang punya jadwal kerja yang harus dipatuhi.

Dulu tidur jam 1 malam juga Ok, sekarang pulang kerja bawaannya pengen tidur aja karena capek. Temen-temennya juga berubah, dulu yang kebanyakan temen-temennya pada sebaya dan bisa diajak "dolen" kapan aja dan kemana aja, sekarang terdiri dari para karyawan senior yang kebanyakan sudah berkeluarga.

Lingkungannya juga gitu, dari Malang yang relatif sepi dan nyaman sampai mendadak berjumpa kota Jakarta beserta problematika ibukota yang sangat akut : MACET. Pernah naik angkot selama 2 jam untuk jarak tempuh kurang lebih 30 km? saya pernah, ya cuma di Jakarta ini kali yang bisa kayag gini. Sebagai gambaran 2 jam adalah waktu tempuh untuk Malang-Surabaya, Kalau naik travel ongkosnya 70ribu, naik Bus 25ribu. Tapi dengan waktu tempuh yang sama saya cuma bayar 4ribu disini, itupun sudah lewat tol. Tapi so far enjoy kok di lingkungan baru ini dan bisa cepet adaptasi.

Wisudanya kemarin Alhamdulillah lancar, meskipun saya baru datang ke Malang jam 2 malam karena Jum'at itu masih ada SIPP (Schlumberger Injury Prevention Program) di Hotel Park Lane Jakarta sampai sore, sedangkan wisudanya dimulai jam 6 pagi esoknya jadi ya cuma tidur beberapa jam malamnya berkat pesawat malam yang delay. Eh ada special Guestnya juga lo, si Mbak Windy kebetulan diajak Mama. Sekalian deh dia bantuin cari hotel buat penginapannya Mama.
Kiri-kanan : Papa, Saya, Mama, Windy, Huda dan Ayah Ibunya


 Seperti tadi kalimat pertama diatas, "Hidup itu persinggahan". So terimakasih untuk semua yang sudah menyediakan "tempat" yang nyaman untuk saya singgahi selama 3 tahun di Malang. Untuk rekan-rekan diorganisasi atas rasa persaudaraannya dan semua yang saya kenal yang sudah sangat berbesar hati menganggap saya seperti bagian keluarga mereka. Semoga hidup baru disini sesemarak sebelumnya, bahwa akan ada suka dan dukanya itu pasti, tapi kita semua tentu berharap merapat kearah "A Better Life" ditiap persinggahannya.



Jumat, 24 Agustus 2012

Lebaran

Haloo, aku sudah lulus loo. Kemarin dulu, tepatnya tanggal 08 Agustus 2012 baru saja menjalani sidang tugas akhir. Dan Alhamdulillah dinyatakan lulus dengan revisi (segunung). Hap, oke cukup segitu cerita bahagianya. Karena revisi ini bener-bener megelin. Dikasih tenggat 2 minggu yang sialnya kepotong sama libur dan cuti bersama Idul Fitri. Eh bukan Idul Fitrinya lo yang sial, ya tetep revisi-nya itu yang bikin apes. Targetnya sih sebelum 17 Agustus kemarin sudah selesai revisinya, eh salah satu Dosen Pengujinya malah minta itu sehabis Lebaran aja. Padahal tahun ini niat banget pengen pulang kampung, eh malah gg bisa tenang pulangnya gara-gara kebayang deadline revisi. Walhasil cuma sempet nyicip suasana rumah selama 5 hari, gg sebanding sama jauhnya perjalanan. Tapi ya tetap disyukuri ajalah masih bisa sungkem sama Bapak Ibu dirumah, itu momen yang mahal harganya. 

Anyway, gimana liburan kalian? lebarannya gimana? Semoga tetap selalu dilimpahi nikmat sehat yaa. Sekian dulu postingannya kali ini, gg penting banget ya. Hehe
:D

Kamis, 26 Juli 2012

Happy 21st

Selamat ulang tahuuun :D
Haha, what a great 21st. Gg kerasa Allah swt sudah ngasih umur sampai ke 21 tahun ini. Terimakasih untuk limpahan sehat dan rizkiMu, terutama kepada kedua orangtua.
 
Malam ini surprise, sukses dikerjain sama temen-temen seangkatan di BEM. Ceritanya nih pada ngerayain temen-temen yg sdh lulus ujian Tugas Akhirnya di Ocean Garden. Pas sebelum makan dari belakang muncul si Farida bawakan kue ultah dengan lilin berangka 2 & 1, pantes sama si Rina tadi agak mencurigakan mereka berdua ini. 
Big Thanks  For All

Beriringan dengan lagu "happy birthday to you" yang diputerin sama Ocean Garden itu kue-nya diantarkan. Wow kirain pengunjung dari meja lain yang ulangtahun. Ternyata mereka rencanain "kejahatan besar" sebelum berangkat tadi --"
TKP, Ocean Garden.

Pulang dari Ocean Garden niatnya pengen makan kue-nya bareng-bareng. Eh entah siapa yang mulai malah jadi saling ngolesin krimnya ke muka. Dan akhirnya kue itu sukses di lumerkan ke wajah saya, meskipun kudu pake adegan kejar-kejaran dulu yang sangat-sangat melelahkan. Haha
Setelah kejar-kejaran, semua rata pada kena.

Anyway, Thanks buat temen-temen semua. Yang lanjutin study-nya, yang kerja, maupun yang masih rampungin kuliahnya.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya Mbak cantik juga gg absen kasih kado, terbungkus rapi dalam kantong coklat yang dilipat jadi model kayag baju kemeja, lengkap dengan 2 buah kancing, makasih ya. Ini mungkin ulangtahun kelima berturut-turut dapat kado dari kamu :)

 Jadi diumur ke-21 ini napakin hidup yang baru bakalan. Kerja!, lingkungan kampus sudah bakal lepas.

Dan tau gg konyolnya, Mama lupa kalo aku ulangtahun!! Haha
Baru keingat waktu sudah diingatin si adek.. Mama gimana sih.

 


 Finally, 21 tahun mengambil nafas dibumi ini harusnya sudah banyak yang bisa saya perbuat, minimal untuk diri sendiri dan kedua orangtua kalau belum bisa untuk bangsa dan agama. Harusnya siihh, tapi rasanya masih lebih banyak waktu yang saya sia-siakan terselip diantara panjangnya perjalanan hidup selama 21 tahun ini. Gag banyak yang diharap, semoga kedepannya diri ini bisa selalu membawa lebih banyak kebermanfaatan untuk siapa & apa saja yang nantinya dijumpai dalam kehidupan. Amin

Sabtu, 21 Juli 2012

Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan, Selamat datang wahai bulan suci Ramadhan.
Alhamdulillah Ramadhan kali ini masih sempat menyapa kembali, semoga datangnya turut melunturkan dosa-dosa kita. Amin

Soal Ramadhan nih, gimana bulan puasa kalian? Biasa-biasa aja atau luar biasa?
Kalo kalian tanya balik ke saya, saya bakal jawab bahwa ini Ramadhan yang luar biasa !!
Kenapa? Karena Allah swt menyiapkan kejutan ternyata untuk saya.

Apa kejutannya? ini nih dia ::
Schlumberger
As you know Schlumberger itu perusahaan Oil & Gas drilling service terbaik dunia. Jadi Rabu sore (18/07/12) saya dapat telepon dari Ibu Khrisdiana, yang ngabarin by phone bahwa saya dapat kesempatan untuk interview di Jakarta. Surprise banget ya? dan lebih surprisenya interviewnya itu Kamis (19/07/12) pukul 14.00 pm. Artinya saya cuma punya kurang dari 24 jam untuk sampai di Jakarta dari Malang. 

Awalnya saya mikir-mikir mau berangkat, setelah negosiasi dengan Bu Khrisdiana beliau bilang kalo this's my only chance. so yaudahlah berangkat aja. Tapi gimana caranya? naik kereta? Gg bisa kalo gg booking tiket seminggu sebelumnya. Naik bus juga gg bisa mendadak. Akhirnya ya pesawat lah yang paling cepet.

Interviewnya Alhamdulillah lancar, sangat lancar malah dan terlihat lebih kayag job offering. Besoknya langsung diminta MCU di RS Premiere Bintaro. Sekarang mah lagi nunggu hasil MCUnya, semoga OK lah yaa.


*PS : Oya, saya percaya bahwa usaha saya hanya bernilai 1 % dari hasilnya, sisanya adalah doa Ayah Ibu dan kehendakNya.

Selasa, 10 Juli 2012

Tugas Akhir

Haloo tante Bloger, lama nih gg ngejamah tante.

Semenjak sibuk Tugas Akhir sih tepatnya ya.
Tugas Akhir? yap! 
Itu loh tugas yang bakal ngebinasain para mahasiswa tingkat akhir, atau familiarnya skripsi gitu deh.

----Jadi nih konon karena sebentar lagi si empu-nya Blog ini bakalan mbrojol dari kampus alias lulus (amin ya Allah) maka para dosen menugaskannya untuk membuat sebuah pusaka alias tugas akhir yang akan dipakai dalam perang besar yaitu "sidang akhir".

Sialnya karena titah dosen bagi seorang mahasiswa itu ibaratnya fatwa halal/haram MUI maka tidak ada pilihan bagi si mahasiswa kecuali melaksanakan titah tersebut. Kemudian berangkatlah para mahasiswa tingkat akhir ini kemanapun yang bisa dia jangkau untuk membuat "pusaka" ini.

Selama membuat pusaka ini si mahasiswa tingkat akhir harus melalui berbagai cobaan seperti : lupa makan, lupa mandi, lupa pacaran (#eaa), gg bisa tidur siang, kudu begadang, sampek lupa bayar kos2an(#alibi). Hingga akhirnya deadlinenya pun semakin dekat, si mahasiswa tingkat akhir semakin frustasi ditambah ngeliat temen2nya dari jurusan lain yang sudah pada lulus duluan maka berlipat2lah frustasinya.

Namun apapun yang terjadi si mahasiswa harus tetap mengejar deadlinenya. Hingga kerja kerasnyapun terbayar, si "pusaka" alias tugas akhirpun siap dipresentasikan dalam "perang" sidang akhir. Disini akan diuji lagi seberapa jauh ilmu yang didapatnya selama kuliah. Hingga nanti diputuskan apakah berhak atau tidak menyandang gelar A.md (Diploma).----


Yap, jadi itulah dongeng tentang tugas akhir yang konon katanya serem abis. Tapi toh semua kalo dijalanin dengan hati yang senang gg bakal terasa berat. Gitupun ane, udah sebulan lebih bergulat dibengkel dan belum selesai juga. Tapi targetnya ntar tanggal 26 siap maju sidang, wish me luck yaa!! :'D


Anyway, tunggu deh kabar kelulusannya, i'm promise you i'll make a posting to share the happiness.

Sabtu, 09 Juni 2012

Kuliner


Mie Aceh (ujung)

Ice Cream

Salad Buah
Ceritanya nih, ada ajakan buat malam mingguan bareng dari si  pemilik akun tweet @HudaMaulina untuk kuliner di Noodle Inc. Itu tempat baru yang posisinya di Jl. Soekarno Hatta, eh tapi kami gg berdua aja loo, ada juga @indra ikutan karena diminta tolong Huda buat instalin HP Androidnya.

Pas sudah sampai TKP apesnya itu tempat full booked. Pindahlah kami ke Kafe Van Java, masih di seputaran Jl. Soekarno Hatta juga. Dan pesen menu seperti foto-foto diatas, yummi :').

Pas mau bayar taunya full ditraktirin si Huda, gg tau deh ya dalam rangka kesambet apaan, hhe. Thanks Hud. Besok-besok kuliner lagi yaa :'D

Selasa, 29 Mei 2012

Maha(GALAU)siswa Tingkat Akhir

You know? jadi mahasiswa tingkat akhir itu rasanya kayag telur diujung tanduk, kayag kamu kebelet pup tapi gg nemu wc dalam radius 5 km atau kayag kamu pengen cepet dianggap dewasa tapi gg siap dengan tanggungjawab yang ada.
Tau maksud saya kan?
Gg tau? sama deh --"

Oke, intinya kegalauan saya adalah status sebagai mahasiswa tingkat akhir saat ini. Which it's mean bakalan lulus bentar lagi.

Loh bukannya bagus? emm ia sih bagus. Lulus tepat waktu, kerja, mandiri. But, yang bikin berat tentunya segala hingar bingar dunia mahasiswa yang harus dilepas. Bergelar "Mahasiswa"  itu selalu terdengar eksklusif buat saya. Kok bisa gitu? Ya ia dong. Kuliah itu dunia yang jauh beda dari jaman sekolahan dulu. Meskipun sama-sama ada embel-embel "siswa" but status mahasiswa yang saya emban selama ini seolah  meninggikan derajat saya, membuat saya (seakan) lebih ganteng 10 kali lipat dibanding jaman SMK dulu, memberikan begitu banyak pengalaman berharga, perspektif baru, kemerdekaan berpikir, keleluasaan berkreasi.

Tapi sekarang gg terasa semua itu bentar lagi harus ditinggalkan. Yaah, ini kali ya salah satu siklus hidup kita, Life is always flowing.

Kemarin salah satu temen rekomin novel yang judulnya "skripshit", ceritanya kurang lebih tentang perjuangan mahasiswa angkatan duaribu"T"ua dalam menyelesaikan skripsi yang dianggapnya horor dan ketakutannya akan gelar sarjana pengangguran pasca lulus kelak. Sekarang sih saya bisa merasakan yang si dirasain penulis novel tersebut emang bener. Bahwa ketakutan akan jadi "sarjana pengangguran" itu bener-bener momok buat mahasiswa tingkat akhir.

Gitu pun saya, demi menghindari gelar lakhnat itu sempet ngerasain kemarin tes kerja 3 kali dalam seminggu. Bener-bener huuuuft, capek banget. Tapi Alhamdulillah berkat doa Mama Papa sekarang si udah dapat garansi untuk bebas dari gelar "pengangguran". Keterima disalah satu perusahaan tambang terkemuka, yang berarti juga bakal nerusin tradisi 3 generasi dikeluarga (read : kerja tambang). Untuk yang satu ini saya bener-bener perlu berterimakasih sama kampus tercinta yang punya reputasi baik sehingga banyak perusahaan terkemuka gg sungkan-sungkan datang ke kampus untuk ngerekrut, bahkan sebelum mahasiswanya lulus.

Momok lain buat mahasiswa tingkat akhir itu adalah "Tugas Akhir", sudah kodratnya buat para mahasiswa itu mempertanggungjawabkan ilmunya selama kuliah lewat tugas akhir. Dan celakanya tugas akhir ini bener-bener akan memeras setiap pelajaran yang pernah hinggap dikelas, gg peduli kita udah lupa apa belum sama tuh pelajaran. Akhir-akhir ini pun saya ngerasain, tugas akhir ini emang kudu diingat 24 jam, makan diingat-ingat, mandi kudu tetap ingat, kalo perlu tidurpun diimpiin. Tujuannya 1 : supaya niat garapnya gg luntur sedikitpun! Kalo luntur gimana? wah bisa jadi telat garap, bisa jadi gg selesai, bisa jadi gg lulus deh ujung-ujungnya. Gawat ya? #Dramatisir.

Tapi puncak kebahagiaannya jadi mahasiswa (katanya) adalah wisuda, resmi menyandang gelar akademis. Wisuda ini juga berarti pertanggungjawaban kita ke orang tua yang udah biayain kuliah.

Dan sekarang momen-momen "rush adrenalin" sebagai mahasiswa tingkat akhir ini sedang saya nikmatin, berharap semuanya lancar dan bisa maju presentasi tepat waktu. Semoga ya? Amin. :)




Sabtu, 26 Mei 2012

Ilmu

Tadi barusan aja telpon ke salah satu keluarga di Bukit Tinggi, ya karena dapat titah dari Mama juga si buat nelpon tante. Jadi ceritanya anaknya tante saya ini yang masih kelas 1 SMK lagi bandel, gg mau sekolah. Seminggu lebih gg mau sekolah hingga akhirnya dinyatakan tidak naik kelaslah si anaknya tante ini.

Selanjutnya agar lebih mudah nyebutnya mari kita inisialkan anaknya tante saya ini dengan nama...emmm, sebut saja Bunga. Loh kok Bunga? anaknya tante ini kan cowok tulen. Gpp dong dipanggil Bunga, biar familiar kayag yang di tipi-tipi itu lo kalo ada kasus asusila. #ehh

Oke lanjut ceritanya, kronologisnya jadi si Bunga ini gg mau sekolah karena terpengaruh lingkungan sekitarnya dimana remaja seumuran Bunga ini biasanya lebih tertarik cari duit daripada melanjutkan pendidikan, maklum di desa. Karena iman yang kurang kuat terpengaruhlah si Bunga ini, coba-cobalah dia kerja selama beberapa minggu jadi buruh disana-sini beranggapan bahwa cari duit itu gampang dan menyenangkan.

Tapi dasarnya bocah setelah beberapa minggu kerja akhirnya baru sadar bahwa it's not easy. Mendengar kebandelan si Bunga ini keluarga besar jadi heboh, berbondong-bondong berusaha membujuk si Bunga dengan berbagai iming-iming dan ancaman. "Kalo gg sekolah mau jadi apa? Kuli?', "Sini pindah sekolah aja kalo gg betah disekolah lamanya", tak ketinggalan Mama ikut ngebujuk "Sekolah dulu aja, sebentar lagi kan Mas Kevin lulus biar dikuliahin Mas Kevin nanti (ya ampun Ma) ." dan berbagai rayuan maut lainnya.

Setelah dibujuk sedemikian rupa akhirnya tobatlah si Bunga ini. Tapi tobatnya sudah terlambat karena masa ujian sudah lewat dan si Bunga ini sukses melewatkan masa ujian semester di sekolahnya, nekat ya ni bocah? Akhirnya gag naik kelas lah si Bunga, terpaksa mengulang lagi satu tahun. But it's Okey, kadang pengalaman memberi banyak wawasan baru tapi harus ditebus dengan harga mahal. Kayak tobatnya si Bunga ini yang harus ditebus dengan satu tahun lagi mengulang sekolahnya.

Well, apa pelajaran yang bisa kita petik? bahwa ternyata inisial Bunga tidak hanya bisa digunakan untuk mereka yang jadi korban pelecehan, tapi juga bisa kita modifikasi sedemikian rupa untuk inisial pada anak yang suka bolos sekolah, tergantung kreatifitas kita masing-masing. Jadi untuk para orangtua jangan sekali-sekali menamai anaknya Bunga karena nanti rawan jadi bahan olok-olokan. #Gg nyambung kan ya?

Oke, seriusnya gini. Orang kadang menganggap "gelar" itu segala-galanya. Kalo dapat gelar sarjana kesannya kayak orang cerdas terdidik gitu, kerjanya pasti enak dan bisa dipake buat maju jadi caleg atau gg sekurang-kurangnya dikartu undangan pernikahan ntar biar ada gelarnya gitu.

Padahal esensi pendidikan itu buat saya ya agar kita terampil menggunakan segala potensi dalam diri kita sebagai bekal hidup kelak, mengasah kita berpikir logis agar bisa mudah menerima berbagai ilmu baru nantinya, syukur-syukur bisa mengembangkan yang baru atau yang sudah ada. Kalo ada yang berpikir "ahh, sekolah itu biar ada ijazah jadi gampang cari kerja" bagaimana? Kata temen ini termasuk golongan yang tidak mencintai ilmu. Bener kan? tidak menikmati setiap ilmu yang bisa dia hirup dari kampus/sekolah, tidak bisa menikmati setiap pengetahuan baru yang dia ambil dari tumpukan buku kuliah berharga mahal itu.

Jadi sejatinya manusia itu bukan makhluk kalau tidak berilmu, tanaman saja berilmu, binatangpun berilmu. Kenapa manusia yang berakal cerdas tidak mencintai ilmu?

Semoga bermanfaat :)



Kamis, 12 April 2012

Sepatu

Sesekali kita harus bermurah hati, tidak peduli kala berada dalam kondisi sulit sekalipun. Seperti yang aku alami siang tadi, seorang Bapak yang berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling mengajari aku akan hal itu.
Siang yang cukup terik tadi beliau bersepeda di sekeliling kompleks kos. Berteriak menawarkan jasanya ke pintu-pintu yang terkunci rapat di perumahan ini. Tentu aku jadi teringat pada sepatu bewarna coklat merk Donatello yang aku beli setahun lalu. Ada sedikit robek dibagian belakangnya.

Bapak tadipun aku minta untuk menjahitnya, sembari melihat pekerjaannya kami sedikit bercakap-cakap. Dan ketika rampung pekerjaannya aku bertanya berapa ongkosnya, "pinten Pak?" tanyaku sopan. "Ya bisa hargai sendiri lah mas wong cuma jahit sedikit". Melihatnya sudah berkeliling seharian aku menyodorkan dua lembar uang Rp. 5.000,00-.

Dan, Bapak itu menolak dengan sopan karena dianggap terlalu mahal untuk pekerjaan yang tidak seberapa. See, ini namanya Integritas. Bapak tadi bisa saja menerima karena aku dengan ikhlas memberi. Tapi beliau punya pendirian lain yang tidak bisa diganggu gugat "Yang saya dapat harus sesuai dengan yang saya kerjakan", barangkali seperti itu.

Padahal saya ikhlas saja memberinya, padahal sepatu itu seingatku juga cukup mahal, padahal kan sah-sah saja saya memberi lebih..

Ahh yasudahlah, Bapak tukang sol sepatu terimakasih hari ini memberi pelajaran yang berharga. Semoga Bapak selalu dilimpahi kesehatan oleh-Nya.

Sabtu, 17 Maret 2012

Speak English Please

Dari dulu saya selalu merasa bahasa Inggris saya gg bagus-bagus banget. Selain masih sulit menguasai grammar, menghapal kosa kata, juga sulit melafalkan kalimat-kalimatnya. Belum lagi bingung kalo mau nyusun kalimat, walhasil speaking saya belepotan.

Contoh kasusnya nih bahasa Inggrisnya pacar adalah Girlfriend. Yang kalo dibahasa Indonesiakan dengan lugu artinya teman perempuan.

Tapi kalo ada kalimat seperti ini "saya punya banyak teman perempuan". 
Bahasa Inggrisnya bukannya " I've a lot of girlfriend". Well, kembali lagi ini ambigu. Yang mengucapkan kalimat ini pasti terdengar seperti seorang playboy.

Lebih parah kalo kalimatnya seperti ini "saya punya lebih banyak teman perempuan daripada teman laki-laki". Bahasa Inggrisnya jadi "I've more girlfriend than boyfriend". 
Nah lo, jadi biseks ni sekarang,.

Well, sapapun tolong beri saya pencerahan.