Minggu, 01 Desember 2013

Ranai, Surga Yang Belum Terjamah

          Dalam suatu kesempatan dinas saya ditugaskan menangani client di Blok Natuna. Perjalananpun ditempuh dari bandara Sepinggan, Balikpapan - Sukarno Hatta, Jakarta selama 1 jam 30 menit dilanjutkan Halim Perdana Kusuma, Jakarta- bandar udara Ranai, Pulau Ranai selama 3 jam menggunakan pesawat carter TransNusa.
Pantai


 Nah, bandar udara Ranai ini terletak di Pulau Ranai, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Terletak di paling utara selat Karimata, pulau Ranai bersebelahan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sum-Sel dan Jambi, di barat berbatasan dengan Singapura, Malasya dan Riau.

 
TransNusa Airlines
 Dari frekuensi penerbangannya yang sepi kemungkinan bandara ini lebih merupakan bandara pertahanan milik AURI mengingat posisi strategisnya didaerah yang merupakan salah satu pulau terluar republik ini.
Chopper ke lokasi pengeboran


Saya tidak melihat penerbangan lain selain TransNusa dan beberapa helikopter yang hilir mudik mengantarkan pekerja pengeboran minyak ke rig ditengah laut sana. Namun keindahan pulau ini jangan ditanya, pantai menjorok beberapa ratus meter dari daratan, airnya sungguh terlihat bening, karang masih terlihat tanda air tak seberapa dalam, menggoda kita untuk berenang menikmatinya.

Ditengah pulau Ranai, terlihat sangat mencolok Gunung Ranai dengan ketinggian 300-1035 mdpl (hasil googling)  karena merupakan daratan paling tinggi dipulau kecil ini sehingga bisa terlihat dari seisi pulau bahkan dari pulau-pulau kecil lainnya di sekitar Ranai. Sepanjang pulau ada jalan raya yang melingkari pulau namun sangat jarang terlihat lalu lalang kendaraan, sunyi memang yang akan anda rasakan ketika berada di pulau ini.
Pantai dengan karang yang terlihat dari ketinggian


Setidaknya ada 3-4 hotel kelas melati tersedia di pulau ini, siap menampung anda yang ingin menjadikan pulau ini destinasi wisata berikutnya. Jangan ragu untuk bertanya pada penduduk lokal, karena mereka umumnya ramah dan terbuka kepada wisatawan. Oya, wisatawan juga sebenarnya belum banyak di pulau ini karena hotel-hotel tadi pada umumnya melayani pejabat yang berkunjung maupun pekerja pengeboran minyak yang transit menunggu connecting flight. 

Siap berlibur di Ranai? Ajak temen-temanmu meramaikan. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar